Rabu, 09 Januari 2013

PELATIHAN DAN TAHAP-TAHAPNYA


Pelatihan dan Tahap-tahapnya
Terdapat paling kurang tiga tahap utama dalam pelatihan dan pengembangan, yakni :
  1. Penentuan Kebutuhan Pelatihan (Assessing Traning Needs)
Pada tahap ini terdapat tiga macam kebutuhan akan pelatihan, yakni :
a.       General treatment need, yaitu penilaian kebutuhan pelatihan bagi semua pegawai dalam suatu klasifikasi pekerjaan tanpa memperhatikan data mengenai kinerja dari seorang pegawai tertentu.
b.      Observable performance discrepancies, yaitu jenis penilaian kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap berbagai permasalahan, wawancara, daftar pertanyaan, dan evalusi/penilaian kinerja, dan dengan cara meminta para pekerja untuk mengawasi sendiri hasil kerjanya sendiri.
c.       Future human resources needs. Jenis keperluan pelatihan ini tidak berkaitan dengan ketidaksesuaian kinerja, tetapi berkaitan dengan keperluan SDM manusia untuk waktu yang akan datang.
  1. Mendesain Program Pelatihan (Designing a Training Program)
Terdapat dua jenis sasaran pelatihan, yakni :
a.       Knowledge centered objectives = biasanya berkaitan dengan pertambahan pengetahuan, atau perubahan sikap.
Bernandin & Russell mengelompokan metode-metode pelatihan atas dua katagori, yaitu:
1.      Informational methods biasanya menggunakan pendekatan satu arah, melalui mana informasi-informasi disampaikan kepada para peserta oleh para pelatih.
2.      Experiental methods adalah metode yang mengutamakan komunikasi yang luwes, fleksibel, dan lebih dinamis, baik dengan instruktur, dengan sesame peserta, dan langsung mempergunakan alat-alat yang tersedia.
b.      Performance centered objectives = mencakup syarat-syarat khusus yang bekisar pada metode/teknik, syarat-syarat penilaian, perhitungan, perbaikan, dan sebagainya.
Pelatihan Formal dan Nonformal
a.       Pelatihan Formal
Pelatihan formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi atau perusahaan untuk para karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara teratur, terjadwal dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada. Kurikulum silabus disusun berdasarkan kebutuhan pelatihan yang sudah dikaji sebelumnya, sehingga materi pelatihan itu benar-benar berkaitan dan dapat meningkatkan kemampuan pelaksanaan pekerjaan seharri-hari karyawan.


Ø  Metode pelatihan formal :
1.      Belajar mandiri
2.      Metode belajar dikelas/ceramah
3.      Pelatihan ditempat kerja ( on the job training)
4.      Unjuk kerja
5.      Simulasi
6.      Sistem magang
7.      Pelatihan vestibule
8.      Bermain peran
9.      Telaah kasus
10.  Pelatihan laboratorium

Ø  Hambatan Pelatihan Formal
Faktor-faktor yang sering menghambat  terlaksananya suatu pelatihan antara lain :

1.      Penyediaan biaya yang kurang mendukung
2.      Penentuan kebutuhan pelatihan yang kurang tepat
3.      Penyediaan fasilitas saran dan prasarana
4.      Kurikulum-silabus yang kurang efektif
5.      Sulitnya memperoleh tenaga pengajar yang berpengalaman
b.      Pelatihan Non Formal
Pelatihan nonformal adalah pelatihan yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal. Pelatihan formal tidak selalu dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya. Salah satu jenis pelatihan nonformal disebut Built In training (BIT ) atau pelatihan melekat merupakn pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas setiap atasan, untuk  meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar uraian pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

1 komentar:

  1. Nice info banget, bisa menambah wawasan tentang tahapan tahapan pelatihan.
    Terima kasih ilmunya :)

    BalasHapus